GT community touring di pegunungan

Selasa

akper askep keluarga

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini tekanan darah tinggi begitu umum sehingga kebanyakan orang sekurang-kurangnya pernah mendengar, dan terlalu banyak orang yang mengalaminya sendiri atau mengetahui orang lain yang menderitanya. Namun jauh lebih banyak lagi orang, termasuk orang yang tidak mengetahui kalau dirinya menderita darah tinggi, yang mempunyai pengetahuan yang samar-samar tenteng apa yang dimaksud tekanan darah “tinggi”, atau apa akibatnya. Oleh karena itu dalam penulisan asuhan keperawatan ini saya akan menjelaskan tentang tekanan darah tinggi. Dimana definisi tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah suatu gangguan pada system peredaran darah, yang banyak menggangu kesahatan masyarakat. Pada umumnya, terjadi pada manusia yang sudah berusia setengah umur (usia lebih dari 40 tahun). Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya menderita hipertensi. Hal ini disebabkan gejalanya tidak nyata dan pada stadium awal belum menimbulkan gangguan yang serius pada kesehatan tubuh penderitanya.

1.2 Tujuan Penulisan

1.2.1 Tujuan Umum

Untuk memberikan asuhan keperawatan pada keluarga dimana salah satu anggota keluarganya menderita hipertensi.

1.2.2 Tujuan Khusus

1.2.2.1 Keluarga mengetahui tenteng hipertensi.

1.2.2.2 Keluarga mampu mencegah terjadinya hipertensi.

1.4 Manfaat Penulisan

1.4.1. Bagi Intitusi

Sebagai sumbangsih untuk Akademi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai hasil dari pelaksanaan asuhan keperawatan keluarga serta dapat dijadikan salah satu sumber bagi mahasiswa dan dosen.

1.4.2. Bagi Profesi

Sebagai bahan atau sumber masukan bagi profesi keperawatan keluaraga dalam menyecah terjadinya hipertensi.

1.4.3. Bagi Keluarga Dan Pasien

Menambah pengetahuan keluarga tentang hipertensi dan cara pencegahannya dan untuk klien sendiri untuk mengatasi hipertensi yang terjadi pada dirinya serta mencegah kekambuhan.

1.5 Batasan Asuhan Keperawatan

Asuhan keperawatan keluarga ini dilaksanakan Kedung Kandang RT 2 RW 1, dengan batas waktu yang telah ditentukan. Asuhan keperawatan ini diberikan kepada keluarga yang dalamnya terdapat anggota keluarga yang mengalami hipertensi.

BAB II

TINJUAN TEORI

2.1 Konsep Asuhan Keluarga

Praktek keperawatan yang berdasarkan teori sangat penting dalam praktek keperawata keluarga, karena akan menuntun kita berpikir secara interaktif berkenaan dengan fenomena dan masalah keluarga. Kerangka teoritis menyediakan mekanisme kepada kita untuk dapat mengatur observasi, fokus penyelidikan dan menkomunikasikan temuan-temuan kita (Meleis, 1985).

Keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergabung karena hubungan darah, perkawinan atau adopsi yang hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dalam perannya untuk menciptakan dan mempertahankan suatu budaya. (Effendy, 1998.: 32)

2.2 Konsep Hipertensi

2.2.1 definisi Hipertensi

Hipertensi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus lebih dari satu periode. Hipertensi menambah beban kerja jantung dan ateri bila berlanjut dapat menimbulkan kerusakan jantung dan pembuluh darah (Arif Mansoer, 2002).

Hipertensi juga didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik 140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik 90 mmHg yang terjadi pada seorang klien (Ignatavicius, 1994).

2.2.2 Penyebab Hipertensi

1. Faktor keturunan

Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya penderita hipertensi.

2. Ciri perseorang

Ciri perseorangan yang dapat menimbilkan hipertensi adalah umur, jenis kelamin, dan ras.

3. Kebiasan hidup

· Konsumsi garam berlebihan

· Kegemukan

· Stres atau ketegangan jiwa

· Pengaruh lain: merokok, minum alkohol, minum obat-obatan.(Gunawan, 2001: 17)

2.2.3 Klasifikasi Hipertensi

WHO, mengklasifikasikan hipertensi pada klien berusia 18 tahun, adalah:

Klafikasi

Sistolik (mmHg)

Diastolik (mmHg)

1. Normal tensi

2. Hipertensi ringan

3. Hipertensi pembatasan

4. Hipertensi sedang dan berat

5. Hepertensi sistolik terisolasi

6. hipertensi sistolik perbatasan

<140

140-180

140-160

>180

>140

140-160

<90

90-105

90-95

>105

<90

<90

2.2.4 Manifestasi klinik

Biasanya tanda gejala atau tanda-tanda peringatan untuk hipertensi sering disebut “silent killer”.

Adapun tanda gejala hipertensi adalah:

1. Sakit kepala

2. Epistaksis

3. Marah

4. Telinga berdengung

5. Rasa berat ditengkuk

6. Sukar tidur

7. Mata berkunang-kunang

8. Pusing

9. Cemas

10. Kelelahan

2.2.5 Pencegahan Hipertensi

Agar terhindar dari komplikasi fatal hipertensi, harus diambil tindakan harus diambil tindakan pencegahan yang baik (Stop High Blood Pressure), antara lain dengan cara sebagai berikut:

1. Mengurangi konsumsi garam.

2. Menghindari kegemukan.

3. Membatasi konsumsi lemak.

4. Olahraga teratur.

5. Tidak merokok dan tidak minum olkohol.

6. Latihan relaksasi atau meditasi.

7. Berusaha membina hidup yang positif.( Gunawan, 2001: 21)

2.3 Pengkajian

Pengkajian adalah suatu tahapan dimana seorang perawat mengambil informasi secara terus menerus terhadap anggota keluarga yang dibinanya.

1. Proses pengkajian

  • Bersifat dinamis, interaksi dan flekxibel.
  • Merupakan syarat pertama untuk penidentifikasian masalah.
  • Proses pengumpulan informasi secara terus menerus.
  • Data dikumpelkan secara sistematis dengan mengunakan alat pengkajian keluarga.
  • Jika menemukan data yang bermakna maka masalah harus digali lebih dalam.

2. Sumber pengkajian

  1. -Wawancara dengan anggota keluarga yang berkaitan dengan riwayat

kesehatan dan gaya hidupnya.

-Wawancara harus berfokus, disusun berdasarkan struktur dan bertujuan.

-Menberikan kesempatan pada setiap individu untuk mengungkapkan

persepsinya.

-Memberikan kesempatan kepeda perawat untuk melihat interaksi anggota

keluarga.

  1. -Obsevasi secara obyektif, dengan melakukan pengamatan terhadap

lingkungan perumahan dan fasilitas-fasilitasnya.

-Dapat menggunakan cek lyst dan inventaris.

-Cek lyst berkaitan dengan data yang memerlukan pengamatan.

-Inventaris untuk mengkaji situasi rumah dan berkaitan dengan kelayakan

rumah.

  1. Informasi tertulis maupun lisan dari berbagai lembaga yang menangani kesehatan keluarga maupun dari anggota tim kesehatan lainnya.

3. Membangun hubungan saling percaya

  • Salah satu fungsi perawat keluarga adalah menciptakan hubungan saling percaya.
  • Menciptakan hubungan saling percaya adalah dimana adanya saling terbuka, saling menghormati dan komunikasi berjalan dengan efektif.
  • Hubungan saling percaya dapat dikembangkan dengan menyampaikan tujuan kunjungan, menerima dan mengakui hak-hak pada perasaan dan keyakinan mereka sendiri tanpa keluar dari tujuan, nilai-nilai dan harapan kaluarga.
  • Diawali dengan memberi kesempatan keluarga mengungkapkan persoalan dan masalahnya sendiri, Perawat memahami persoalan berdasarkan pengalamannya bersama-sama keluarga mendalami persoalan, pemecahan persoalan secara bersama-sama.

4. Persiapan kunjungan keluarga

  • Merupakan aspek penting begi keberhasilan pengkajian keluarga.
  • Cara efektif dalam persiapan adalah:

1. Membaca catatan dari keluarga yang akan dikunjungi.

2. Mendiskusikan dengan tim keperawatan yang mengenal keluarga yang dimaksud.

3. Mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan yang mungkin muncul pada keluarga.

4. Buat kontrak perjanjian pada keluarga yang akan dikunjungi (melalui telepon, lesan ataupan surat).

5. Menyiapkan instrument pengkajian.

HAL-HAL YANG PERLU DIKAJI DALAM KELUARGA ADALAH:

A. Data Umum

Pengkajianterhadap data umum keluarga meliputi:

1. Nama kepala keluarga (KK)

2. Umur

3. Alamat dan telepon

4. Pekerjaan kepala keluarga

5. Pendidikan kepala keluarga

6. Komposisi keluarga dan genogram (genogram keluarga dalam tiga generasi):

· Nama/ inisial

· Jenis kelamin

· Tanggal lahir/ umur

· Hubungan dengan kepala keluarga

· Pendidikan

· Pekerjaan

7. Tipe keluarga

Menjelaskan mengenai jenis tipe keluarga beserta kendala atau masalah yang terjadi dengan jenis keluarga tersebut.

8. Latar Belakang Keluarga

Mengkaji asal suku bangsa keluarga tersebut serta mengidentifikasi budaya suku bangsa tersebut terkait dengan kesehatan:

a. Latar belakang etnis keluarga atau anggota keluarga

b. Tempat tinggal keluarga (bagian dari sebuah lingkungan yang secara etnis besifat homogen). Uraian

c. Kegiatan-kegiatan keagamaan, social, budaya, rekreasi, pendidikan.

d. Kebiasan-kebiasan diet dan berbusana (tradisional atau madern).

e. Struktur keluarga tradisional atau madern.

f. Bahasa yang digunakan dirumah.

g. Penggunakan jasa-jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi (Apakah keluarga mengunjungi pelayanan praktisi, terlibat dalam praktisi-praktisi pelayanan kesehatan tradisional, atau memiliki kepercayaan tradisional asli dalam bidang kesehatan).

9. Idantifikasi Religius

Mengkaji agama yamg dianut serta kepercayaan yang dapat mempengaruhi kesehatan:

a. Apakah anggota keluarga berada dalam praktek keyakinan beragamaan mereka.

b. Seberapa aktif keluarga tersebut terlibat dalam kegiatan agama atau oganisasi keagamaan.

c. Agama yang dianut oleh keluarga.

d. Kepercayaan-kepercayaan dan nilai-nilai keagamaan yamg dianut dalam kehidupan keluarga terutama dalam hal kesehatan.

10. Status Ekonomi

Status ekonomi keluarga ditentukan oleh pendapatan baik dari kepala keluarga maupun anggota keluarga lainnya. Selain itu status sosial ekonomi keluarga ditentukan pula oleh kebutuhan-kebutuhan yang dikeluarkan oleh keluarga serta barang-barang yang dimiliki oleh keluarga:

a. Jumlah pendapatan per bulan.

b. Sumber-sumber pendapatan per bulan.

c. Jumlah peneluaran per bulan.

d. Apakah sumber pendapatan mencukupi kebutuhan keluarga.

e. Bagaimana keluarga mengatur pendapatan dan pengeluarannya.

11. Aktivitas Rekreasi atau Waktu Luang

Aktivitas rekreasi keluarga tidak hanya dilihat kapan saja keluarga pergi bersama-sama untuk mengunjungi tempat rekreasi tertentu namun juga penggunaan waktu luang/ senggang keluarga.

B. Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga

Tahap perkembangan keluarga adalah mengkaji keluarga berdasarkan tahap kehidupan keluarga berdasarkan Duvall, ditentukan dengan anak tertua dari keluarga inti dan mengkaji sejauh mana keluarga melaksanakan tugas sesuai tahapan perkembangan. Sedangkan riwayat keluarga adalah mengkaji riwayat kesehatan keluarga inti dan riwayat kesehatan keluarga:

1 Tahapan perkembangan keluarga saat ini.

2 Sejauh mana keluarga memenuhi tugas-tugas perkembangan yang sesuai dengan tahap perkembangan saat ini.

3 Riwayat keluarga inti mulai lahir hingga saat ini, termasuk riwayat perkembangan dan kejadian-kejadian dan pengalaman-pangalaman kesehatan yang unik atau yang berkaitan dengan kesehatan (perceraian, kematian, hilang dll) yang terjadi dalam kehidupan keluarga.

4 Riwayat keluarga sebelumnya: keluarga asal kedua orang tua (seperti apa kehidupan keluarga asalnya; hubungan masa silam dan saat dengan orang tua dari kedua orang tua.

C. Data Lingkungan

1 Karakteristik Rumah

a. Gambaran tipe tempat tinggal (rumah, apartemen, sewa kamar, dll). Apakah keluarga memiliki rumah ini sendiri atau menyewa?

b. Gambaran kondisi rumah (baik interior maupun ekterior rumah). Interior rumah meliputi jumlah kamar dan tipe kamar (kamar tamu, kamar tidur, dll), penggunaan kamar tersebut dan bagaimana kamar tersebut diatur. Bagaimana kondisi dan kecukupan perabot. Penerangan, ventilasi, lantai, tangga, susunan dan kondisi bangunan.

c. Dapur: suplai air minum, pengunaan alat-alat masak, pengamanan untuk kebakaran.

d. Kamar mandi: sanitasi, air, fasilitas toilet, ada tidaknya sabun dan handuk.

e. Mengkaji pengaturan tidur di dalam rumah. Apakah peraturan tersebut memadai bagi anggota keluarga, dengan pertimbangan usia mereka, hubungan dan kebutuhan-kebutuhan khusus mereka lainnya.

f. Mengkaji keadaan umum kebersihan dan sanitasi rumah. Apakah ada serbuan serangga-serangga kecil (khususnya di dalam) dan/ atau masalah-masalah sanitasi yang disebabkan oleh kehaduran binatang piaraan.

g. Mengkaji perasaan-perasaan subjektif keluarga terhadap rumah. Apakah keluarga menganggap rumahnya memadai bagi mereka

h. Evaluasi pengaturan privasi dan bagaimana keluarga keluarga merasakan privasi mereka memadai. Evaluasi ada dan tidak bahaya-bahaya terhadap keamanan rumah/ lingkungan.

i. Evaluasi adekuasi pembuangan sampah.

j. Kaji perasaan puas/ tidak puas dari anggota keluarga secara keseluruhan dengan pengaturan/ penataan rumah.

2 Karakteristik Lingkungan dan Komunitas Tempat Tinggal

a. Tipe keluarga/ komunitas (desa, kota, subkota, kota).

b. Tipe tempat tinggal (hunian, industri, campuran hunian dan industri kecil, agraris) di lingkungan.

c. Keadaan tempat tinggal dan jalan raya (terpelihara, rusak, tidak terpelihara, semantara/ diperbaiki).

d. Sanitasi jalan, rumah (kebersihan, pengumpulan sampah dll).

e. Adanya dan jenis-jenis industri di lingkungan (kebisingan, masalah-masalah polusi air dan udara).

f. Bagaimana karakteristik demografis dari lingkungan dan komunitas?

g. Kelas sosial dan karakteristik etnis penghuni.

h. Perubahan-perubahan secara demografis yang berlangsung belakangan ini dalam lingkungan/ komunitas.

i. Pelayanan-pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial apa yang ada dalam lingkungan dan komunitas?

j. Fasilitas-fasilitas ekonomi (warung, took, apotek, pasar).

k. Lembaga-lembaga kesehatan (klinik-klinik, rumah sakit, dan fasilitas gawat darurat).

l. Lembaga-lembaga pelayanan sosial (kesejahteraan, konseling, pekerjaan).

m. Bagaimana mudahnya sekolah-sekolah dilingkungan atau komunitas?

n. Fasilitas-fasilitas rekreasi yang dimiliki daerah ini.

o. Tersedianya transportasi umum.

p. Bagaimana insiden kejahatan dilingkungan dan komunitas? Apakah ada keselamatan yang serius?

3 Mobilitas Geografi Keluarga

a. Lama keluarga tinggal didaerah ini.

b. Apakah sering berpindah-pindah tempat tinggal?

4 Hubungan Keluarga dan Fasilitas-fasilitas Kesehatan Dalam Komunitas

a. Anggota keluarga yang sering menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan dan tempat pelayanan kesehatannya.

b. Seberapa sering keluarga menggunakan fasilitas pelayanan kesehatan?

5 Sistem pendukung keluarga

a. Fasilitas-fasilitas yang dimiliki keluarga yang dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan kesehatan.

b. Sumber pendukung keluarga pada saat keluarga membutuhkan bantuan, (orang tua, keluarga dekat, teman-teman dekat, tetangga, lembaga: pemerintah maupun swasta/ LSM).

c. Jaminan pemeliharan kesehatan yang dimiliki keluarga.

D. Struktur Keluarga

  1. Pola-pola komunikasi
    1. Apakah mayoritas pesan anggota keluarga sesuai dengan isi dan instruksi?
    2. Apakah anggota kelumengutarakan kebutuhan-kebutuhan dan perasaan meraka dengan jelas?
    3. Apakah anggota keluarga memberikan dan memperoleh respon dengan baik terhadap pesan?
    4. Apakah anggota keluarga mendengar dan mengikuti suatu pesan?
    5. Bahasa apa yang digunakan dalam keluarga?
    6. Apakah keluarga berkomunikasi secara langsung ataupun tidak langsung?
    7. Bagaimana pesan-pesan emosional (afektif) disampaikan dalam keluarga? (langsung/ terbuka)
    8. Jenis-jenis emosi apa yang disampaikan dalam keluarga?
    9. Apakah emosi-emosi yang disampaikan bersifat negatif, positif atau keduanya?
    10. Bagaimana frekuensi dan kwalitas komunikasi yang berlangsung dalam keluarga?
    11. Pola-pola umum apa yang digunakan menyampaikan pesan-pesan penting? Langsung/ tidak langsung)
    12. Jenis-jenis disfungsional komunikasi apa yang nampak dalam pola0pola komunikasi keluarga?
    13. Adakah hal-hal/ masalah dalam keluarga yang tertutup untuk didiskusikan?
  2. Struktur Kekuasaan

a. Keputusan dalam kelurga

· Siapa yang membuat keputusan dalam keluarga?

· Siapa yang memutuskan dalam penggunaan keuangan keluarga?

· Siapa yang memutuskan dalam masalah pindah pekerjaanatau tempat tinggal?

· Siapa yang mendisiplinkan dan memutuskan kegiatan-kegiatan anak?

b. Bagaimana cara dalam mengambil keputusan (otoriter, musyawarah/ kesepakatan, diserahkan pada masing-masing individu)?

Apakah keluarga merasa puas dengan pola pengambilan keputusan tersebut?

c. Model kekuasaan yang digunakan keluarga dalam membuat keputusan? (kekuasaan tak berdaya, keahlian, penhargaan, paksaan kekuasaan berdasarkan kekuatan/ berpengaruh, kekuasaan aktif).

  1. Struktur Peran

a. Struktur peran formal

· Posisi dan peran formal apa pada setiap anggota keluarga: gambaran bagaimanakah setiap anggota keluarga melakukan peran-peran formal mereka.

· Adakah konflik peran dalam keluarga?

b. Struktur peran informal

· Adakah peran-peran informal dalam keluarga?

· Siapa yang memainkan peran-peran tersebut dan berapa kali peran-peran tersebut dilakukan atau bagaimana peran-peran tersebut dilaksanakan secara konsisten?

· Tujuan peran-peran yang dilaksanakan oleh keluarga.

c. Peran-peran informal bersifat yang disfungsional, siapa yang melaksanakan peran-peran ini?

d. Analisa metode peran

· siapa yang menjadi model dalam menjalankan peran keluarga?

· Apakah status sosial keluarga mempengaruhi dalam pembagian peran keluarga?

· Apakah budaya masyarakat, agama mempengaruhi dalam pembagian peran keluarga?

· Apakah peran yang dijalankan oleh anggota keluarga sesuai dengan tahapan perkembangannya?

· Bagaimana masalah-masalah kesehatan mempengaruhi peran-peran keluarga?

· Adakah pengaturan kembali peran-peran baru dalam keluarga (sehubungan dengan adanya yang sakit, meninggal, pindah, berpisah dll)?

· Bagaimana anggota keluarga menerima peran-peran baru/ menyesuaikan diri?

· Apakah ada bukti tentang stres atau konflik akibat peran?

· Bagaimana respon anggota keluarga yang sakit beraksi terhadap perubahan atau kehilangan peran?

4. Struktur Nilai Keluarga

a. Kesesuaian antara nilai-nilai keluarga dengan kelompok atau komunitas yang lebih luas.

b. Pentingnya nilai-nilai yang dianut bagi keluarga.

c. Apakah nilai-nilai ini dianut secara sadar atau tidak sadar.

d. Konflik nilai yang menonjol dalam keluarga.

e. Kelas sosial keluarga, latar balakang kebudayaan mempengaruhi nilai-nilai keluarga.

f. Bagaimana nilai-nilai mempengaruhi kesehatan keluarga.

. Fungsi Keluarga

  1. Fungsi Afektif
    1. Pola Kebutuhan Keluarga-Respon
    2. Saling Memperhatikan (Mutual Naturance), keakraban, dan indentifikasi.
    3. Keterampilan dan Keterkaitan.

  1. fungsi sosialisasi

a. Adakah otonomi setiap anggota dalam keluarga?

b. Adakah saling ketergantungan dalam keluarga?

c. Siapa yang menerima tanggung jawab untuk peran membesarkan anak atau fungsi sosialisasi?

d. Apakah fungsi ini dipikul bersama?

e. Adakah faktor sosial-budaya yang mempengaruhi pola-pola membesarkan anak?

f. Apakah keluarga saat ini mempunyai masalah/ resiko dalam mengasuh anak?

g. Apakah lingkungan rumah cukup memadahi bagi anak-anak bermain? (cocok dengan perkembangan anak).

h. Apakah ada peralatan/ permainan anak-anak yang cocok dengan usia?

  1. Fungsi perawatan Kesehatan

a. Keyakinan, nilai-nilai, dan perilaku keluarga.

b. Konsep dan tingkat pengetahuan keluarga tentang sehat/ sakit.

c. Pratek diet keluarga.

d. Kebiasaan tidur dan istirahat.

e. Latihan dan rekreasi.

f. Kebiasaan pengunaan obat-obatan dalam keluarga.

g. Peran keluarga dalam perawatan diri.

h. Praktek lingkungan.

i. Cara-cara pencegahan penyakit.

j. Riwayat kesehatan keluarga.

k. Pelayanan perawatan kesehatan yang diterima dan dimanfaatkan keluarga.

l. Perasaan dan persepsi keluarga tentang pelayanan dan perawatan kesehatan.

m. Pelayanan kesehatan darurat.

n. Sumber pembiayaan.

o. Fasilitas transfortasi untuk perawata kesehatan.

  1. Fungsi Reproduksi

Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga adalah:

a. Jumlah anak yang diinginkan keluarga.

b. Bagaimanakah keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga.

c. Metode apa yang digunakan keluarga dalam upaya mengendalikan jumlah anggota keluarga.

F. Stres dan Koping Keluarga

a. Stressor jangka pendek (<>

b. Stressor jangka panjang (> 6 bulan) yang saat ini terjadi pada keluarga.

c. Cara keluarga dalam menghadapi stressor.

2.4 Diagnosa Keperawatan Keluarga

Diagnosa keperawatan adalah keputusan klinis mengenai individu, keluarga atau masyarakat yang diperoleh melalui suatu proses pengumpulan data dan analisis cermat dan sistematis, memberikan dasar untuk menetapkantindakan-tindakan dimana perawat bertanggung jawab melaksanakannya (Shoemaker, 1984).

Diagnosa keperawatan keluarga dianalisis dari hasil pengkajian terhadap adanya masalah dalam tahap adanya masalah dalam tahap perkembangan keluarga, limgkungan keluarga, struktur keluarga, fungsi-fungsi keluarga dan koping keluarga, baik yang bersifat actual, resiko maupun sejahtera dimana perawat memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk melakukan tindakan keperawatan bersama-sama dengan keluarga dan berdasarkan kemampuan dan sumber daya keluarga.

2.5 Prioritas Masalah

Menetapkan prioritas masalah/ diagnosa keperawatan keluarga adalah dengan mengunakan skala menyusun prioritas dari bailon dan Maglaya, 1978:

Skala untuk Menentukan Prioritas

Asuhan Keperawatan Keluarga

(bailon dan Maglaya, 1978)

No

Kriteria

Skala

Bobot

1

2

3

4

Sifat masalah

Skala: Aktual

Resiko

Keadaan sejahtera/

diagnosis sehat

Kemungkinan masalah dapat diubah

Skala: Mudah

Sebagian

Tidak dapat

Potensi masalah untuk dicegah

Skala: Tinggi

Cukup

Rendah

Menonjolnya masalah

Skala: Masalah dirasakan dan

segera ditangani

Ada masalah tetapi tidak

perlu ditangani

Masalah tidak dirasakan

3

2

1

2

1

0

3

2

1

2

1

0

1

2

1

1

Skoring:

1. Tentukan skor untuk setiap kriteria.

2. Skor dibagi dengan makna tertinggi dan kalikanlah dengan bobot.

3. Jumlahkanlah skor untuk semua kriteria.

2.6 Intervansi Keperawatan Keluarga

Intervansi keperawatan adalah alternative-alternatif dan sumber-sumber kekuatan dari keluarga (kemampuan perawatan mandiri, sumber pendukung/ bantuan yang bisa dimanfaatkan) yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dalam keluarga.

Perawat perlu mengkaji:

  1. Apakah pendekatan yang digunakan dapat menimbulkan ketergantungan atau kemandirian keluarga?
  2. Apakah alternatif tindakan berada dalam sumber-sumber keluarga?
  3. Apakah alternatef tindakan menurunkan atau meningkatkan koping keluarga?
  4. Apakah keluarga memiliki komitmen dan motivasi yang memadai untuk memagang teguh perencanaan tersebut?
  5. Apakah sumber-sumber keluarga memadahi untuk melaksanakan perencanaan?

Hak-hak yang dimiliki keluarga dan perawat:

  1. Keluarga menpunyai hak dan tanggung jawab untuk membuat keputusan sendiri, maka keluarga dapat memilih tindakan yang sudah terinformasikan.
  2. Keluarga berhakuntuk mengetahui konsekuensi dari masing-masing tindakan, sehingga dapat membuat keputusan yang masuk akal.
  3. Perawat juga dapat menolak pilihan tindakan yang diputuskan keluarga bila bertentangan dengan konsep kesehatan.
  4. Perawat dapat minta bantuan orang lain yang mempunyai pengalaman terhadap masalah yang sama untuk memberikan gambaran kepada keluarga.

2.7 Evaluasi Keperawatan Keluarga

Perawat bertanggung jawab untuk mengevaluasi status dan kemajuan keluarga terhadap pencapaian hasil dari tujuan keperawatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kegiatan evaluasi meliputi: mengkaji kemajuan status kesehatan keluarga, membandingkanrespon keluarga dengan kriteria hasil dan menyimpulkan hasil kemajuan masalah dan kemajuan pencapaian tujuan keperawatan keluarga.

Dalam menelaah kemajuan keluarga dalam pencapaian hasil, perawat akan mencatat salah satu dari keputusan berikut, dalam lembar evaluasi atau dalam catatankemajuan pada saat ditentukan untuk melakukan evaluasi:

  • Lanjutkan: diagnosa masih berlaku, tujuan dan kriteria standart masih relevan.
  • Direvisi: diagnosa masih berlaku, tetapi tujuan dan tindakan keperawatan memerlukan perbaikan.
  • Teratasi: tujuan keperawatan telah tercapai, dan rencana keperawatan tidak dilanjutkan.
  • Dipakai lagi: diognosa yang telah teratasi terjadi lagi.

BAB III

HASIL KEGIATAN

3.1 PENGKAJIAN

A. Data Umum

Pengkajian pada keluarga “Tn.W”

1. Nama kepala keluarga (KK) : Tn. W

2. Umur : 55 tahun

3. Alamat dan telepon : Sukoharjo RT 05 RW 06

4. Pekerjaan kepala keluarga : Swasta

5. Pendidikan kepala keluarga : SMP

6. Genogram (genogram keluarga dalam tiga generasi):










Keterangan:

: laki-laki

: perempuan

: cerai

: hubungan keluarga

7. Tipe keluarga

Tipe keluarga Tn.w adalah keluarga besar dimana dalam rumah juga

anak Tn.w..

8. Latar Belakang Keluarga

Keluarga Tn.W berasal dari suku jawa. Dilingkungan tempat tinggal Tn.W mayoritas berasal dari suku jawa dan memeluk agama islam, didaerah ini terdapat bangunan beribadah yang dapat digunakan oleh penduduk sekitar. Selain itu juga terdapat fasilitas pendidikan dari Play group, SD, SMP, SMA, Pondok Pesantren. Dalam komunikasi sehari-hari keluarga ini mengunakan bahasa jawa. Dan ada satu kebiasaan dalam keluarga ini bila salah satu dari anggota keluarga ada yang sakit pasti berobat kepuskesmas. Mereka lebih cocok dan bisa sembuh bila berobat kepuskesmas.

9. Idantifikasi Religius

Dalam keluarga Tn.W mayoritas anggota keluarganya beragama islam.Tn.W.mengatakan bahwa dia menyerahkan segala sesuatunya kepada Alloh. Anggota keluarga Tn.W tidak ada yang terlibat ataupun aktif dalam setiap organisasi agama yang dianutnya.

10. Status Ekonomi

Perekonomiaan keluarga ini selain ditanggung oleh Tn.W juga diperoleh dari isteri dari Tn.W yang bekerja jualan kue. Pendapatan Tn.W tidak pasti karena usaha yang ditekuni Tn.W adalah jualan kopi.

11. Aktivitas Rekreasi atau Waktu Luang

Keluarga ini apabila ada waktu luang selalu digunakan berkumpul dengan tetangga sekitar yang bertempat tinggl tidak jauh dari tempat tinggal Tn.W.

B. Riwayat Dan Tahap Perkembangan Keluarga

Tahap perkembangan keluarga adalah mengkaji keluarga berdasarkan tahap kehidupan keluarga berdasarkan Duvall, ditentukan dengan anak tertua dari keluarga inti dan mengkaji sejauh mana keluarga melaksanakan tugas sesuai tahapan perkembangan. Sedangkan riwayat keluarga adalah mengkaji riwayat kesehatan keluarga inti dan riwayat kesehatan keluarga:

5 Tahapan perkembangan keluarga saat ini.

6 Sejauh mana keluarga memenuhi tugas-tugas perkembangan yang sesuai dengan tahap perkembangan saat ini.

7 Riwayat keluarga inti mulai lahir hingga saat ini, termasuk riwayat perkembangan dan kejadian-kejadian dan pengalaman-pangalaman kesehatan yang unik atau yang berkaitan dengan kesehatan (perceraian, kematian, hilang dll) yang terjadi dalam kehidupan keluarga.

8 Riwayat keluarga sebelumnya: keluarga asal kedua orang tua (seperti apa kehidupan keluarga asalnya; hubungan masa silam dan saat dengan orang tua dari kedua orang tua.

C. Data Lingkungan

1. Karakteristik Rumah

Keluarga ini bertempat tinggal di perkampungan penduduk dan rumah yang ditempati keluarga Tn.W merupakan rumah milik sendiri. Didalam rumah ini terdapat empat kamar tidur, ruang tamu, dapur dan kamar mandi. Sedangkan kondisi rumah Tn.W tertata rapi dangan ventilasi udara yang baik karena tidak terlalu berdekatan antara rumah yang satu dengan yang lainnya. Dalam rumah ini tidak ada alat untuk memadamkan kebakaran. Air yang diperoleh keluarga ini dari PDAM dan dari sumur. Rumah keluarga ini cukup bersih dan tidak ada binatang yang masuk.

2. Karakteristik Lingkungan dan Komunitas Tempat Tinggal

Keluarga ini bertempat tinggal didaerah subkota dengan lingkungan yang jauh dari perindustrian. Rumah ini juga tidak jauh dari jalan raya, jalan disekitar daerah ini terpelihara dengan baik. Tetapi sangat bising dengan lalu lalangnya kendaraan bermotor yang tidak ada hentinya. Status sosial penduduk daerah ini menengah keatas dan didaerah ini juga terdapat puskesmas yang disertai rawat inap. Selain tersedianya fasilitas kesehatan juga terdapat gedung sekolah mulai dari Play group, SD, SMP, SMA, Pondok Pesantren. Transportasi umum didaerah ini tersedia dengan baik juga.

3. Mobilitas Geografi Keluarga

Keluaga ini bertempat tinggal didaerah ini mulai tahun 1957 dan keluarga ini juga tidak pernah berpindah-pindah rumah.

4. Hubungan Keluarga dan Fasilitas-fasilitas Kesehatan Dalam Komunitas

Anggota keluarga ini selalu menggunakan puskesmas sebagai pelayanan kesehatan keluarga dan apabila anggota keluarga merasa tidak enek badan langsung dating kepuskesmas.

5. Sistem pendukung keluarga

d. Fasilitas-fasilitas yang dimiliki keluarga yang dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan kesehatan.

e. Sumber pendukung keluarga pada saat keluarga membutuhkan bantuan, (orang tua, keluarga dekat, teman-teman dekat, tetangga, lembaga: pemerintah maupun swasta/ LSM).

f. Jaminan pemeliharan kesehatan yang dimiliki keluarga.

D. Struktur Keluarga

1. Pola-pola komunikasi

Dalam keluarga ini semua anggota keluarga mengungkapkan semua kebutuhannya dengan jelas dan dipahami oleh anggota keluarga yang lain. Apabila anggota keluarga mengungkapkan keinginannya anggota keluagga yang lain segera berespon. Sedangkan bahasa yang sering digunakan dalam keluarga ini adalah bahasa jawa. Dalam keluarga ini bila ada masalah yang tidak bisa dipecahkan secara individu maka dipecahkan dengan jalan musyawarah seluruh anggota keluarga.

2. Struktur Kekuasaan

Dalam keluarga ini tidak ada yang berkuasa karena anggota keluarga memiliki hak yang sama. Dan pengambilan keputusan dalam keluarga ini dilaksanakan dengan musyawarah sehingga semua anggota keluarga mera puas dengan keputusan yanh telah ditentukan.

3. Struktur Peran

e. Struktur peran formal

· Posisi dan peran formal apa pada setiap anggota keluarga: gambaran bagaimanakah setiap anggota keluarga melakukan peran-peran formal mereka.

· Adakah konflik peran dalam keluarga?

f. Struktur peran informal

· Adakah peran-peran informal dalam keluarga?

· Siapa yang memainkan peran-peran tersebut dan berapa kali peran-peran tersebut dilakukan atau bagaimana peran-peran tersebut dilaksanakan secara konsisten?

· Tujuan peran-peran yang dilaksanakan oleh keluarga.

g. Peran-peran informal bersifat yang disfungsional, siapa yang melaksanakan peran-peran ini?

h. Analisa metode peran

· siapa yang menjadi model dalam menjalankan peran keluarga?

· Apakah status sosial keluarga mempengaruhi dalam pembagian peran keluarga?

· Apakah budaya masyarakat, agama mempengaruhi dalam pembagian peran keluarga?

· Apakah peran yang dijalankan oleh anggota keluarga sesuai dengan tahapan perkembangannya?

· Bagaimana masalah-masalah kesehatan mempengaruhi peran-peran keluarga?

· Adakah pengaturan kembali peran-peran baru dalam keluarga (sehubungan dengan adanya yang sakit, meninggal, pindah, berpisah dll)?

· Bagaimana anggota keluarga menerima peran-peran baru/ menyesuaikan diri?

· Apakah ada bukti tentang stres atau konflik akibat peran?

· Bagaimana respon anggota keluarga yang sakit beraksi terhadap perubahan atau kehilangan peran?

4. Struktur Nilai Keluarga

g. Kesesuaian antara nilai-nilai keluarga dengan kelompok atau komunitas yang lebih luas.

h. Pentingnya nilai-nilai yang dianut bagi keluarga.

i. Apakah nilai-nilai ini dianut secara sadar atau tidak sadar.

j. Konflik nilai yang menonjol dalam keluarga.

k. Kelas sosial keluarga, latar balakang kebudayaan mempengaruhi nilai-nilai keluarga.

l. Bagaimana nilai-nilai mempengaruhi kesehatan keluarga.

E. Fungsi Keluarga

  1. Fungsi Afektif
    1. Pola Kebutuhan Keluarga-Respon
    2. Saling Memperhatikan (Mutual Naturance), keakraban, dan indentifikasi.
    3. Keterampilan dan Keterkaitan.

  1. fungsi sosialisasi

i. Adakah otonomi setiap anggota dalam keluarga?

j. Adakah saling ketergantungan dalam keluarga?

k. Siapa yang menerima tanggung jawab untuk peran membesarkan anak atau fungsi sosialisasi?

l. Apakah fungsi ini dipikul bersama?

m. Adakah faktor sosial-budaya yang mempengaruhi pola-pola membesarkan anak?

n. Apakah keluarga saat ini mempunyai masalah/ resiko dalam mengasuh anak?

o. Apakah lingkungan rumah cukup memadahi bagi anak-anak bermain? (cocok dengan perkembangan anak).

p. Apakah ada peralatan/ permainan anak-anak yang cocok dengan usia?

  1. Fungsi perawatan Kesehatan

p. Keyakinan, nilai-nilai, dan perilaku keluarga.

q. Konsep dan tingkat pengetahuan keluarga tentang sehat/ sakit.

r. Pratek diet keluarga.

s. Kebiasaan tidur dan istirahat.

t. Latihan dan rekreasi.

u. Kebiasaan pengunaan obat-obatan dalam keluarga.

v. Peran keluarga dalam perawatan diri.

w. Praktek lingkungan.

x. Cara-cara pencegahan penyakit.

y. Riwayat kesehatan keluarga.

z. Pelayanan perawatan kesehatan yang diterima dan dimanfaatkan keluarga.

aa. Perasaan dan persepsi keluarga tentang pelayanan dan perawatan kesehatan.

bb. Pelayanan kesehatan darurat.

cc. Sumber pembiayaan.

dd. Fasilitas transfortasi untuk perawata kesehatan.

  1. Fungsi Reproduksi

Hal yang perlu dikaji mengenai fungsi reproduksi keluarga adalah:

d. Jumlah anak yang diinginkan keluarga.

e. Bagaimanakah keluarga merencanakan jumlah anggota keluarga.

f. Metode apa yang digunakan keluarga dalam upaya mengendalikan jumlah anggota keluarga.

F. Stres dan Koping Keluarga

d. Stressor jangka pendek (<>

e. Stressor jangka panjang (> 6 bulan) yang saat ini terjadi pada keluarga.

Cara keluarga dalam menghadapi stressor

0 komentar:

Poskan Komentar

GT Community © 2008 Template by:
SkinCorner