GT community touring di pegunungan

Selasa

akper askep kel HI

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA TN. M DENGAN HIPERTENSI DI RT.3 RW I
KELURAHAN BALAS KLUMPRIK KECAMATAN WIYUNG
KOTAMADYA SURABAYA

A. Pengkajian
I. Data Umum:
1. Identitas keluarga
Nama kepala keluarga
Alamat
Pekerjaan
Pendidikan
Penghasilan
Tempat tinggal : Tn. M
: RT 3 RW I Kelurahan Balas Klumprik
: Pensiunan Pemda
: SLTP
: Rp. 700.000/bln s/d 2.500.000,-
: rumah/ukuran 9 meter x 10 meter

2. Komposisi keluarga:
No Nama Sex Hubungan dgn Keluarga Umur Pendidikan Pekerjaan Status Kes
1
2
3
4
5
6 Tn. M
Ny.A
Tn. H
Ny. W
An. G
An.N L
P
P
L
P
P Bapak
Ibu
Anak
Anak
Cucu
Cucu 58 thn
52 thn
30 thn
27 thn
5 thn
15 bulan SLTP
SLTP
STM
SMEA
TK
- Pensiunan
-
Pabrik
PN
-
- Hipertensi
Hipertensi
Sehat
Sehat
Sehat
Sehat

3. Genogram :





Tn. M Ny..A





Keterangan:







4. Tipe Keluarga : Keluarga tergolong dalam Extended family karena dalam satu rumah terdiri atas 2 keluarga (Tn M dan Tn H ).
5. Suku bangsa : jawa
6. Agama : semua anggota keluarga beragama islam dan taat dalam menjalankan ibadahnya.
7. Status ekonomi : Tn M pensiunan yang mempunyai penghasilan Rp. 700.000,00, Ny A juga bekerja dengan membuka usaha warung kecil-kecilan di rumah dengan penghasilan 200.000,00 – 300.000,00 perbulan.
Tn H juga sebagai pencari nafkah bagi keluarganya yang bekerja di pabrik. Ny W bekerja sebagai pegawai negri.Secara keseluruhan keluarga Tn H mempunyai penghasilan sekitar Rp. 2.000.000 perbulan.Tn. M dan Tn. H mempunyai perekonomian rumah tangga sendiri-sendiri. Biaya makan masing –masing keluarga tersebut ditanggung oleh masing-masing keluarga. Untuk biaya listrik, air dan lain-lain ditangung oleh keluarga Tn.H. Aktifitas rekreasi keluarga tn M dan anak-anak serta cucu-cucu jarang bepergian, kebiasaaan yang sering dilakukan hanya berkumpul dan menonton televisi.


II. Riwayat dan tahap perkembangan keluarga:
1. Tahap perkembangan keluarga saat ini : Keluarga Tn M mempunyai dua orang anak, anak pertama pria berumur 30 tahun dan anak kedua 27 tahun. Kedua anaknya sudah berkeluarga dan mempunyai anak.Anak kedua dari Tn M tinggal bersama Tn M dan mempunyai dua orang anak berusia 5 tahun dan 15 bulan Di lihat dari tahapan perkembangan keluarga, keluarga ini berada pada tahap perkembangan keluarga dengan anak usia dewasa.
2. Tahap perkembangan keluarga yang belum terpenuhi adalah :
Semua tahap perkembangan Tn .M telah terpenuhi.
3. Riwayat Kesehatan keluarga inti :
Tn.M mengatakan bahwa ia menderita tekanan darah tinggi dan tidak memiliki penyakit keturunan seperti kencing manis maupun penyakit menular.Tn. M sering memeriksakan diri ke puskesmas atau ke klinik, dan mendapat obat-obatan :
- allopurinol 100 mg 2 x 1
- captopril 25 mg 3 x 1
- Mefinal 500 mg 3 x 1
Menurut Ny A dirinya sehat, dan anak – anak juga sehat. Tn H dan Ny W dalam keadaan sehat. Tetapi amak mereka yang pertama, An G sering mengalami batuk pilek. saha yang dilakukan oleh ibu untuk mengatasi hal ini adalah membelikan obat di warung yang dijual bebas, apabila masih sakit maka oleh ibu akan dibawa ke puskesmas. An N Selama ini tidak pernah menderita sakit berat, sakit yang sering dideritanya adalah batuk pilek yang oleh ibunya akan dibelikan obat di warung dan apabila tidak sembuh akan dibawa ke puskesmas.

III. Lingkungan:
Rumah yang dimiliki keluarga ini merupakan rumah permanen, luas rumah keseluruhan + 90 M2 dengan jumlah kamar yang dimiliki adalah 3 kamar tidur, 1 ruang tamu sekaligus berfungsi sebagai tempat untuk menonton tv bersama, 1 kamar mandi, 1 dapur, 1 ruang makan serta 1 ruang keluarga. Pencahayaan didalam rumah ini kurang karena rumah masih tampak gelap pada kamar-kamarnya dan pada bagian kamar belakang ventilasi kurang karena tidak memiliki jendela, lantai rumah tampak bersih. Air minum yang digunakan oleh keluarga ini adalah air PDAM yang sudah dimasak. Keluarga ini memiliki tempat tinggal yang tetap dan tidak berpindah-pindah.
Denah rumah Tn. M

Keterangan: U
1. Kamar tidur. S B
2. Ruang tamu. T
3. Ruang keluarga.
4. Dapur.
5. Kamar mandi.
Dilingkungan RT setempat memiliki budaya untuk selalu mengunjungi warga yang sakit dengan memberikan sedikit bantuan sehingga dapat meringankan beban keluarga yang sakit. Ny. A Mengatakan bahwa ia mengikuti kegiatan di lingkungan RT 3.

IV. Struktur keluarga:
Pola komunikasi di dalam keluarga ini terbuka dan didalam keluarga semua anggota keluarga menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya. Menurut Ny. A di dalam keluarganya menganut norma yang berlaku di dalam masyarakat dan adat jawa.

V. Fungsi keluarga:
a. Fungsi afektif
Menurut Ny. A ia senang memiliki keluarga yang lengkap (anak dan cucu) serta sangat senang karena dapat berkumpul dengan mereka. Keluarga tampak harmonis, saling memperhatikan satu dengan yang lain serta saling menghargai satu dengan yang lain, apabila ada anggota keluarga lain yang membutuhkan maka anggota keluarga akan membantu sesuai dengan kemampuan.
b. Fungsi sosialisasi
Hubungan antar anggota keluarga baik, didalam keluarga ini tampak kepedulian anggota keluarga dengan saling tolong menolong dalam melaksanakan tugas didalam keluarga ini. Keluarga ini juga membina hubungan yang baik dengan tetangga sekitar rumahnya terbukti dengan seringnya tetangga main ke teras rumahnya untuk berbincang-bincang dengan anggota keluarga.
c. Fungsi perawatan kesehatan
Tn.N mengatakan bahwa ia tidak mengetahui bahwa penyakit takanan darah tingginya berbahaya jika dibiarkan tanpa adanya kontrol, ia juga tidak mengetahui tanda-tanda terjadinya peningkatan tekanan darah yang diketahuinya hanya kepala pusing. Tn. M mengatakan ia tidak mengurangi atau pantangan makanan apapun karena ia tidak tahu serta makanan yang dikonsumsinya sama dengan makanan yang dikonsumsi oleh keluarga (tidak disendirikan karena kurang garam).
Menurut keluarga sakit yang dialami Tn A ini tidak terlalu dirasakan karena Tn.A dibawa ke puskesmas jika ada keluhan, dan obat sudah habis. Anggota keluarga mengatakan bahwa ia tidak mengetahui akibat yang bisa timbul akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol serta cara merawat anggota keluarga yang sakit.Tn. A mengatakan sering pergi kontrol dengan Ny. A tetapi Ny. A setiap kali di suruh sekalian kontrol Ny. A tidak mau.Keluarga mengatakan bahwa yang menjaga kebersihan rumah adalah Ny.A dan Ny W secara bergantian. Keluarga mengatakan bahwa mereka melakukannya karena kebiasaan. Keluarga mengetahui jika sakit ia harus pergi ke puskesmas atau ke bidan praktek.
d. Fungsi Reproduksi
Ny A. sudah tidak menstruasi lagi, sudah masuk masa menoupause, dan tidak ada keluhan berhubungan dengan fungsi reproduksi.

VI. Stress dan koping keluarga:
a. Stress jangka pendek
Perawatan Tn M yang mengalami hipertensi dan Ny A yang mempunyai tekanan darah yang tinggi.
b. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor.
Keluarga mengetahui apabila mengalami penyakit, keluarga akan mencoba mengobatinya sendiri apabila tidak sembuh maka berobat ke puskesmas.

VII. Pemeriksaan fisik:
Keadaan pemeriksaan Tn. M Ny.A Tn. H Ny. W An. G An. N
Keadaan umum Tn. M mengatakan kepalanya sering sakit, badan terasa lemes. Sehat Sehat Sehat Sehat Sehat
Penampilan Rapi Rapi Rapi Rapi Rapi Rapi
Tekanan darah 180/100 mmHg 160/100 mmHg 120/80 mmHg 120/80 mmHg
Frekuensi respirasi 18 18 18 16
Ekstremitas bawah Udem Udem - - - -
Data Lab
Tgl : 27 Okt 2003


Asam urat 7,3
Dua jam PP 164
Gula darah puasa 132
Cholesterol 317
Urine - Asam urat 5,5
Dua jam PP 391
Gula darah puasa 232
Cholesterol 187
Urine I + 2
Urine II + 3 - - - -

VIII. Harapan keluarga:
Kelurga mengharapkan agar petugas dapat membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh keluarganya dan ia mengharapkan dapat membantu mempercepat kesembuhan bagi penyakit yang sedang dideritanya.

B. Analisa data
Tgl Data Masalah perawatan keluarga
10/8/’01 Subjektif:
Tn.M mengatakan bahwa ia tidak mengetahui tanda-tanda terjadinya peningkatan tekanan darah, ia juga mengatakan bahwa ia tidak tahu harus mengurangi makan apa, karena selama ini ia tidak pantang atau mengurangi makanan. Ia mengatakan sering mengalami pusing kepala. Keluarga mengatakan bahwa ia akan kontrol bila ada keluhan ke puskemas atau tempat yang lain untuk mrngontrol tekanan darahnya
Objektif:
Tekanan darah Ny. S 180/100 mmHg.
Ekstremitas bawah udem
Penderita mengetahuinyapenyakit hipertensinya sudah lama. Data lab Tgl 27 Oktober 2003
Asam urat 7,3
Dua jam PP 164
Gula darah puasa 132
Cholesterol 317
Urine - 1. Hipertensi
Resiko cidera (perdarahan pada pembuluh darah di otak) berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang sakit tekanan darah tinggi.








10/8/’01 Subjektif:
Ny. S mengatakan bahwa ia tidak mengalami pusing dan merasa badan terasa sehat
Objektif:
Tekanan darah Ny. A 160/90 mmHg.
Ekstremitas bawah udem
Integumen dingin, berkeringat dan basah.
Data lab Tanggal 27 Oktober 2003
Asam urat 5,5
Dua jam PP 391
Gula darah puasa 232
Cholesterol 187
Urine I + 2
Urine II + 3 2. Resiko terjadinya komplikasi hipo/hiperglikemia berhubungan dengan ketidak tahuan keluarga tentang penyakit yang diderita.



C. Skoring
Resiko cidera (perdarahan pada pembuluh darah di otak)
Kriteria Skor Pembenaran
1. Sifat masalah
Tidak sehat.



2. Kemungkinan masalah dapat diubah.
Sebagian.

3. Potensi masalah untuk dirubah.
Cukup

4. Menonjolnya masalah.
Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani
3/3 x 1 = 1




1/2 x 2 = 1



2/3 x 1 = 2/3



1/2 x 1 = 1/2

Adalah kurang/ tidak sehat dan memerlukan penanganan yang secepatnya untuk mencegah peningkatan tekanan darah atau terjadinya komplikasi akibat peningkatan tekanan darah.

Masalah dapat diatasi sebagian karena keluarga kurang memiliki pengetahuan tentang cara merawat anggota keluarga yang menderita tekanan darah tinggi.

Masalah dapat diubah karena penyakit hipertensi meruapakan suatu penyakit yang dapat dipertahanakan dengan menjaga keseim bangan tekanan darah.

Keluarga tidak menyadari betapa pentingnya menjaga kestabilan tekanan darah pada penderita hipertensi
Total Skor : 3 1/6


Resiko terjadinya ko,plikasi Hipo/hiperglikemia
Kriteria Skor Pembenaran
1. Sifat masalah
Tidak sehat


2. Kemungkinan masalah dapat diubah.
Sebagian.

3. Potensi masalah untuk dicegah.
Cukup

4. Menonjolnya masalah.
Ada masalah tetapi dirasakan. 3/3 x 1 = 1



1/2 x 2 = 1



2/3 x 1 = 2/3


0/2 x 1 = 0
Adalah kurang/ tidak sehat dan memerlukan penanganan yang secepatnya untuk mencegah terjadinya komplikasi peningkatan gula darah.

Masalah dapat diatasi sebagian karena keluarga kurang memiliki pengetahuan tentang cara merawat anggota keluarga mengalami gula darah yang tinggi.

Masalah dapat diubah karena kadara gula darah dapat dipertahanakan dengan menjaga makanan.

Keluarga tidak menyadari adanya masalah dan tidak didukung dengan pemahaman yang adekuat tentang penyakit
Total skor 2 2/3

D. Diagnosa keperawatan
1. Resiko cidera (perdarahan pada pembuluh darah di otak) berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit tekanan darah tinggi

2. Resiko terjadinya komplikasi hipo/hiperglikemi berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan keluarga

E. Intervensi
No. Diagnosa keperawatan Tujuan Kriteria Standard Intervensi Evaluasi
Umum Khusus
1. Resiko cidera (perdarahan pada pembuluh darah di otak) berhubungan dengan ketidak-mampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit tekanan darah tinggi Setelah di lakukan pera- watan/ kun- jungan 4x diharapkan keluarga mam pu merawat anggota keluarga yang menderita tekanan darah tinggi. Keluarga mampu:
- Menyebutkan kem- bali tentang kemung kinan penyebab terjadinya pening katan tekanan darah.
- Menyebutkan tanda dan gejala terjadinya peningkatan tekanan darah.
- Menyebutkan akibat yang bisa terjadi bila tekanan darah terlalu tinggi. Verbal: - Menyebutkan 2 dari 3 kemungkinan pe- nyebab terjadinya pe- ningkatan tekanan darah.


- Menyebutkan 2 dari 3 tanda peningkatan tekanan darah.


- Menyebutkan 2 akibat yang mungkin terjadi dari peningkatan tekanan darah.
1. Jelaskan kepada keluarga tentang kemungkinan penyebab tejadi peningkatan tekanan darah.

2. Jelaskan tentang tanda/ gejala terjadinya peningkat an tekanan darah.

3. Jelaskan tentang akibat dari peningkatan tekanan darah. Keluarga mampu:
- Menyebutkan kemung kinan penyebab terja- dinya peningkatan tekanan darah.
- Menyebutkan tanda peningkatan tekanan darah.
- Menyebutkan akibat yang bisa terjadi pada peningkatan tekanan darah.
- Menunjukkan makan- an yang boleh dan tidak boleh di
- Menyebutkan makan an yang boleh dan tidak boleh untuk penderita tekanan darah tinggi.
- Memeriksakan diri secara teratur.
- Penderita mau Mengurangi konsumsi garam.
- Menyediakan makanan yang rendah garam. Verbal:




Non verbal:

- Menyebutkan semua makanan yang boleh di konsumsi dan yang tidak boleh di konsumsi.
- Memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan.



- Masakan yang dikonsumsi sudah tidak asin lagi (rendah garam).
- Menyediakan makan an yang rendah garam. 4. Jelaskan kepada keluarga tentang diet pada panderita tekanan darah tinggi

5. .Obsevarsi kemampuan keluarga setelah mendapat penjelasan dari petugas.
6. Anjurkan kepada keluarga untuk memeriksakan diri secara teratur.
7. Motivasi penderita untuk mengurangi garam dalam setiap makanan.
Konsumsi.
- Penderita akan memeriksakan diri secara teratur ke pelayanan kesehatan.
- Keluarga menyedia kan masakan untuk penderita (sup dengan rasa yang tidak asin).

2. Resiko terjadinya komplikasi hipo/hiperglikemi berhubungan dengan ketidaktahuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan keluarga
Setelah dilakukan kunjungan 3x Keluarga diharapkan mampu merawat anggota keluarga yang menderita gula darah yang tinggi . Keluarga mampu:
- Menyebutkan kem- bali tentang kemung kinan penyebab terjadinya pening katan kadar gula darah.
- Menyebutkan tanda dan gejala terjadinya peningkatan kadar gula darah.
- Menyebutkan akibat yang bisa terjadi bila kadar gula darah terlalu tinggi
- Memeriksakan diri secara teratur.
- Penderita mau Mengurangi konsumsi makanan seperti karbohidrat, gula dan mengikuti diet makanan yang
- Verbal:







Non verbal: - Menyebutkan 2 dari 3 kemungkinan pe- nyebab terjadinya pe- ningkatan kadar gula darah.
- Menyebutkan 3 dari 5 tanda peningkatan gula darah.
- Menyebutkan 2 akibat yang mungkin terjadi dari peningkatan gula darah.
- Memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan.


- Mengikuti pola makanan/diiet yang diberikan.
1. Jelaskan kepada keluarga tentang penyebab terjadinya peningkatan gula darah.

2. Jelaskan kepada keluarga tanda-tanda peningkatan gula darah
3. Jelaskan kepada keluarga kemungkinan yang akan terjadi apabila gula darah tinggi .
4. Anjurkan kepada keluarga untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan secara teratur.
5. Anjurkan keluarga untuk mengikuti pola diet makanan yang telah diberikan oleh petugas kesehatan Keluarga mampu:
- Menyebutkan kembali penyebab terjadinya peningkatan gula darah.
- Menyebutkan tanda-tanda peningkatan gula darah.
- Menyebutkan hal-hal yang dapat terjadi apabila kadar gula darah tinggi.
- Keluarga mau memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan.

- Keluarga mau menyiapkan makanan sesuai dengan diet.




F. Implementasi.
No. DP/Tgl Pelaksanaan
I
30 oktober 2003










04 November 2003










10 November 2003
1. Menjelaskan kepada keluarga bahwa tekanan darah tinggi bisa terjadi akibat ada faktor keturunan, peningkatan usia, dan tidak mejaga keseimbangan makanan.
2. Menjelaskan kepada keluarga tentang tanda dan gejala dari peningkatan tekanan darah antara lain:
- Kepala pusing.
- Tengkuk/ leher terasa kaku.
- Mata berkunang-kunang.
3. Menjelaskan kepada keluarga dampak yang bisa terjadi akibat dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol yaitu:
- Perdarahan pada otak atau orang lazim menyebutnya stroke atau lumpuh separo atau lumpuh total.
- Kematian akibat stroke yang parah.
4. Menjelaskan kepada keluarga bahwa tekanan darah yang tinggi dapat diturunkan dengan:
- Mengatur makanan/ keseimbangan makanan.
Makanan rendah garam (kurang garam).
- Olahraga secara teratur.
- Mengkonsumsi makanan yang dapat menurunkan tekanan darah antara lain:
Buah belimbing, buah ketimun, daun alpukat.
5. Menganjurkan keluarga untuk melakukan kontrol secara teratur ke puskesmas untuk mengetahui tekanan darah.
6. Menganjurkan kepada keluarga untuk menjelaskan kembali kepada petugas tentang hal-hal yang telah dijelaskan oleh petugas.

Melakukan penyuluhan tentang penyakit hipertensi ( Pengertian, penyebab, tanda dan gejala, perawtan dan komplikasi )







No. DP/Tgl Pelaksanaan
II
30 oktober 2003








04 Desember 2003




11 Desember 2003

1. Menjelaskan kepada keluarga bahwa peningkatan kadar gula darah bisa terjadi karena faktor keturunan, kegemukan dan tidak menjaga keseimbangan makanan.
2. Menjelaskan kepada keluarga bahwa tanda-tanda peningkatan gula darah antara lain :
- kesemutan
- badan lemas
- sering buang air kecil
- berat badan turun
- kulit terasa gatal
3. Menjelaskan kepada keluarga bahwa kemungkinan yang akan terjadi apabila gula darah tinggi antara lain :
- Luka yang sulit sembuh
- Hipertensi
- Penyakit jantung
- Koma ( tidak sadar)
- Mata kabur
4. Anjurkan kepada keluarga untuk memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan secara teratur.
5. Anjurkan keluarga untuk mengikuti pola diet makanan yang telah diberikan oleh petugas kesehatan













G. Evaluasi
Tgl Evaluasi
18 Desember 2003 S:




O:

A:
P: - Tn. M mengungkapkan bahwa badannya sudah tidak lemas dan rasanya ;ebih baik
- Tn M mengatakan bahwa ia sudah makan makanan sesuai dengan diet yang diberikan oleh petugas kesehatan, dan mengurangi garam ,goreng-gorengan
- Tekanan darah 140/90 mmHg.
- Udem -
Masalah teratasi.
Rencana perawatan dihentikan.
- Menganjurkan kepada keluarga untuk selalu kontrol ke puskesmas secara teratur.
18 Desember 2003 S:


O:
A:
P: - Ny. A mengatakan bahwa ia sudah menyiapkan makanannya sesuai dengan diet yang telah diberikan oleh petugas kesehatan
- Ny. A mengatakan berat badan saya sudah turun 7 kg
- Tekanan darah 140/90 mmHg.
- Masalah teratasi.
Rencana perawatan dihentikan.
- Menganjurkan kepada keluarga untuk selalu kontrol ke puskesmas/ pusat pelayanan kesehatan secara teratur.

0 komentar:

Poskan Komentar

GT Community © 2008 Template by:
SkinCorner